Jumat, 04 Maret 2011


Bahan:
1 kg iga sapi, potong-potong
2 lt air
3 lbr daun salam
5 siung bawang putih, iris halus
10 btr bawang merah, iris halus
5 bh cabai hijau, potong 1 cm
3 bh cabai merah, potong 1 cm
4 cm lengkuas, kupas, memarkan
10 bh belimbing wuluh, potong 2 cm
2 bh tomat hijau, potong-potong
20 gr asam jawa, larutkan dengan 50 ml air panas
50 gr gula jawa, sisir halus
3 sdt garam
2 sdm gula pasir
4 sdm minyak sayur

Cara membuat:
1. Rebus iga sapi, air, dan daun salam sampai iga empuk (lebih baik gunakan panci tekan/ presto cooker ). Setelah matang, angkat dan sisihkan.
2. Panaskan minyak, tumis bawang putih, bawang merah, cabai merah, cabai hijau dan lengkuas, sampai matang dan harum.
3. Masukkan hasil tumisan ini ke dalam iga yang sudah matang, tambahkan sisa bahan lainnya. Aduk rata, masak sampai semua bahan matang. Angkat dan sajikan panas.

Bahan:
1 kg ikan bandeng, bersihkan, potong 3 bagian
6 buah bawang merah, iris tipis
6 siung bawang putih, iris tipis
2 cm jahe, iris tipis
2 cm kunyit, iris tipis
3 cm lengkuas, iris tipis
10 buah cabai rawit merah, iris tipis
1 buah tomat, iris kasar
2 batang serai, memarkan
1 sdt garam
500 ml air
1 lembar daun salam
2 sdm minyak

Cara membuat:
1. Panaskan minyak, tumis bawang merah, bawang putih, sampai harum.
2. Tambahkan jahe, kunyit, lengkuas, cabai rawit, daun salam dan serai, aduk rata.
3. Tambahkan air, masak sampai mendidih.
4. Masukkan ikan bandeng, tomat, dan garam. Masak sampai matang

Kamis, 02 September 2010

tafakur q


ya ... Rabb
luluh lantah keimanan q
tercabik oleh hasrat yang slalu semu

ingat q....
ketika mreka menggapai dunia
bangga q bisa dekat MU

ya...Rabb
diramadhan ini
panggil aku lagi
entah keharibaan mu
atau kembalikan keimanan q
tak sanngup hati
bercengkraman dengan selainmu
jika tak ada redhomu

akankah pondasi ini
kembali kokoh
sekokoh dahulu lagi
walau tak sempurna
biarkan ia tegak dalam pilar mu

ya Rabb....
cercaan apa lagi untuk nafsu q

duhai ALLAH...
rindu aku ingin MU

berdua lebih baik

Menatap padang meluas,
berdiri seorang,
tiada sesiapa temani

Susuri jalan panjang,
hingga temui lembah curam
Tetap sendiri
Susah payah
lewatinya
Hingga raga
bermandi peluh

Inginku,
Dalam susah, dalam senang
bisa lalui bersama
Sosok yang bisa beri makna
bersama nikmati masa suka,
dukung aku di saat duka

Tahukah kau?
Tuhan telah ciptakan semua dengan pasangannya
ingatkah kau?
Lelah rasanya jalani semua sendiri

Ingin aku lewati lembah hidup
yang tampak indah
Berdua denganmu,
pasti lebih baik
Aku yakin itu
karena sendiri hati
bagai langit berselimut kabut

Kasihku,
Inginku kau ada disini,
temaniku arungi hidup.
Adamu kuyakin kan kuatkan jiwaku.
Berdua denganmu pasti kan lebih baik,
Kau laksana air di padang pasir,
bagiku.

Perempuanku
Biarkan aku disini untukmu,
Ku hanya ingin hibur kau malam ini
Malam yang pasti menyenangkan
untukmu dan untuk diriku
Namun,
Ku jua sadar
Tak mudah gapai asaku
Bersama denganmu
Smua tetap harus ku jalani
dalam kesendirian

Lihat kawan disana
Berarak mengikutiku pasti dia pun tahu
Namun harus kujalani
Berdua denganmu, pasti lebih baik
Aku yakin itu
Bila sendiri hati bagai langit berselimut kabut

Tips bagi kamu yang ngerasa sebagai cowok jelek

LIKE FATHER LIKE SON
( Suka bapaknya, suka juga sama anaknya )

Perbaiki inner beauty kamu, itu kalau ngerasa sisi luar kamu udah ancur ga ketolong lagi…
THE BEAUTY IS UNDER THE SKIN
( Jadi cakep kalo uda ganti kulit )

Jgn sakit ati kalo dikatain jelek, cuek aja, inget film Beauty and The Best kan?
NO GAIN WITHOUT PAIN
(Ga dapet duit kalo ngga kesakitan dulu…kaya kuda lumping )

Jadilah diri kamu sendiri, kalau kamu jelek syukurilah soalnya kalo kamu ganteng pasti kamu bakal banyak dosanya hehehe
JUST BEE YOURSELF
(Sengatkah diri anda dengan tawon)

Kalau orang lain menilai kamu jelek, jangan diambil ati, penilaian manusia tidak selalu benar (maksudnya kali kamu sebenarnya lebih jelek lagi)
THE TRUTH IS OUT THERE
(Yang bener boleh keluar)

Cakep-jelek itu tergantung lingkungan,misalnya kamu disini jelek tapi di Afrika bisa paling ganteng lho, makanya pindah ke sono aja hehehehe
THE RIGHT MAN IN THE WRONG PLACE
(Orang disebelah kanan,salah tempat..hrsnya disebelah kiri)

Cinta tidak memandang cakep atau jelek,ga percaya? Tanyakan hal ini sama orang jelek…
LOVE IS BLIND
(Mencintai orang buta)

Kalo kamu membaca tips ini sampe selesai, berarti kamu memang merasa jelek..
Kalo kamu sendiri merasa jelek, apalagi orang lain melihat kamu….

Jangan menganggap kalo kamu merasa jelek itu kamu low profile,
percayalah..orang lain pun akan setuju dgn pendapat kamu
jadi percayalah pada kata hati kamu (kalau kamu jelek)…

Memang CAKEP itu RELATIF…tapi kalo JELEK itu MUTLAK BO !

Tapi jangan salah, banyak orang cakep tapi hatinya jelek, pengennya sih dapat orang cakep
hatinya juga cakep hohohohoho

Kalau kamu tersinggung dengan isi bulletin ini, berarti benar.. kamu memang JELEK

maaf.. cuma bcanda…

Rabu, 01 September 2010

Di mana Tempat Tinggalmu Kelak?

Di ujung senja yang memerah di gurun, udara masih terasa terik, dan perlahan-lahan mulai sejuk, saat menjelang datangnya malam. Lelaki itu bergegas menuju masjid. Menunaikan shalat Maghrib yang akan menjelang. Ia shalat dua rakaat. Sambil terus berdzikir, air matanya mengalir. “Di mana kelak aku berada?" ucapnya lirih. “Adakah aku akan mendapatkan tempat kemuliaan?” keluhnya.

Lelaki keturunan orang yang mulia itu kaya raya. Segalanya dimilikinya. Kekayaannya tak terhitung. Melimpah. Karena ia pandai berdagang. Semua pedagang berdagang dengannya. Keuntungannya tak henti-henti. Lelaki itu benar-benar sempurna, hartanya terus bertambah. Tetapi, kala senja ia nampak bersedih, menangis, dan terus menangis. Entah mengapa ia menangis? Sejatinya lelaki itu adalah lelaki yang shaleh dan zuhud dalam hidupnya.

Lelaki itu mengerti kelak akhir kehidupannya. Ia mengetahui orang-orang yang memiliki kekayaan dan istana, segalanya tak lagi berguna. Betapa istana yang megah dan mewah itu semuanya akan pupus, di saat datangnya kematian yang harus diterimanya. Betapa akhir kehidupannya itu, manusia hanyalah menempati sebuah tempat, yang tak lebih lebarnya satu meter dan panjangnya dua meter, yang ditutup dengan papan. Itulah kehidupan alam kubur. Siapapun adanya akan mengalami hal seperti itu. Tidak ada perbedaan antara raja dengan orang miskin.

Pakaian yang indah dan halus terbuat dari sutera, menjadi tak lagi berguna, semuanya akan ditanggalkannya. Siapa saja yang mati, hanyalah menggunakan kain kapan. Itulah pakaian kebesaran yang akan digunakan orang-orang sudah mati. Raja, orang kaya, orang miskin, dan jelata, semuanya hanyalah akan menggunakan kain kafan.

Ketika hidup di dunia, si kaya menggunakan kendaraan yang paling mewah, mungkin seekor unta yang paling baik, bulunya mengkilap, gemuk dan kuat. Tetapi, saat ajal tiba, dan kendaraan yang ditumpangi, tak lain hanyalah keranda, yang tak berharga. Inilah satu-satunya kendaraan yang akan mengantarkannya ke tempat terakhir dalam hidupnya.

Tidak ada lagi kesetiaan yang akan selalu menemani. Isteri–isteri yang cantik dan setia, tak akan menemaninya. Dialam kubur ia hanya sendirian. Tanpa siapa-siapa lagi. Kesetiaan hanya dalam kehidupan dunia. Janji hanya dalam kehidupan dunia. Tidak ada seorang suami atau isteri yang betapapun sangat setianya, mau menemaninya di alam kubur. Ia hanyalah sendirian. Sendirian bersama dengan binatang-binatang yang akan menggerogoti tumbuhnya yang sudah tidak dapat melakukan apa-apa.

Lelaki itu terus bertepekur di dalam masjid. Usai shalat Isya’ tak juga beranjak dari duduknya. Terus berdzikir dan bermunajat kepada Allah Azza Wa Jalla. “Di mana aku kelak berada?” keluhnya. Ia sangat kawatir Sang Pencipta murka, dan tidak mau menerimanya, dan menempatkan dirinya di tempat yang hina. “Ya Rabb, ampunilah segala dosa dan khilafku, dan jauhkanlah aku dari fitnah dunia, serta selamatkanlah aku dari siksamu,” keluhnya.

Allah Azza Wa Jalla memberikan karunia kekayaan yang sangat melimpah kepada lelaki itu. Perdagangannya selalu untung. Tanah pertaniannya yang sangat subur, di kelola para budaknya. Makin lama makin maju, dan hartanya semakin bertambah. Tetapi, lelaki itu tak menjadi lupa dan bersenang-senang dengan kekayaan yang dimilikinya. Sikapnya tak pernah berubah. Hartanya yang melimpah tak melupakan dari taqwanya kepada Allah Azza Wa Jalla.

Maka kekayaannya itu dimanfaatkannya untuk kaum muslimin. Kekayaannya dimanfaatkan untuk membangun jalan menuju akhirat. Sehingga, kekayaan itu menjadi indah baginya, karena semakin banyak kekayaan yang dimilikinya, semakin banyak pula sedekahnya kepada fuqara’. Ia tidak sombong, dan melakukan amal dengan sembunyi-sembunyi.

Di saat malam telah tiba, beliau memikul sekarung tepung di punggungnya, keluar menembus kegelapan malam, ketika orang-orang tidur nyenyak. Beliau berkeliling ke rumah para fuqara’ yang tak suka menadahkan tangannya. Pekerjaan itu ia lakukannya, sampai ajal menjemputnya. Tak pernah henti. Mungkin sesuatu yang tak pernah dimengerti oleh siapapun. Tapi, itulah dilakukan oleh seorang yang sudah zuhud terhadap kehidupan dunia.

Tidak heran banyak orang miskin di Madinah yang hidup tanpa mengetahui dari mana jatuhnya rezeki untuk mereka itu. Setelah lelaki itu meninggal mereka tak lagi menerima rezeki itu. Barulah mereka menyadari siapakah sesungguhnya gerangan manusia dermawan itu?

Sewaktunya jenazah lelaki itu dimandikan, terlihat ada bekas hitam dipunggungnya, sehingga bertanyalah mereka yang memandikannya. “Bekas apa ini?” Lalu, diantara yang hadir menjawab, “Itu adalah bekas karung-karung tepung yang selalu dipikulnya ke seratus rumah di Madinah ini.”

Orang-orang miskin lidahnya kelu, dan hanya dapat berdoa dalam hati, ketika ribuan lelaki mengiringi jenazahnya menuju tempat terakhirnya. Semuanya bersedih. Kekayaan yang melimpah itu, tak bersisa. Lelaki itu juga membebaskan seribu budak, dan memberikan hartanya kepada mereka.

Begitulah lelaki itu. Sikapnya terhadap kehidupan dunia. Tak lagi menolehnya. Sekalipun, begitu banyak harta yang dimilikinya. Itulah cucu Baginda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, Zainal Abidin, yang sangat mulia. Wallahu’alam.

wanita